Sabtu, 21 November 2015

RPP YUNI MARHENI



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan          : SMA              
Mata Pelajaran                : BIOLOGI
Kelas / Peminatan           :  XI / UMUM
Semester                           :  II
Alokasi Waktu                 :  2 x 45 Menit
Materi Pokok                   : Penyakit/gangguan bioproses sistem pencernaan.
Tahun Pelajaran             : 2014 / 2015

A.       Kompetensi Inti
KI I
:
Menghargai dan menghayati  ajaran agama yang  dianutnya.
KI2
:
Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI3

:
Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.
KI4
:
Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

B.     Kompetensi Dasar dan Indikator PencapaianKompetensi
No.
Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
1
1.1. Menyajikan hasil analisis tentang penyakit/gangguan bioproses sistem pencernaan manusia melalui berbagai bentuk media presentasi.
1.1.1. Mengidentifikasi berbagai penyakit /gangguan pada sistem pencernaan.
1.1.2. Menjelaskan cara pencegahan agar tidak terjadi penyakit / gangguan sistem pencernaan.

1.1.3. Mengemukakan pendapat tentang cara pengobatan baik secara tradisional maupun modern pada penyakit / gangguan sistem pencernaan.

1.1.4. Membuat poster tentang penyakit /gangguan pada sistem pencernaan.

1.1.5 Mengaitkan hubungan antara sains, lingkungan dan teknologi yang berhubungan dengan penyakit /gangguan bioproses pada sistem pencernaan.

C.    Tujuan Pembelajaran:

1.      Siswa mampu mengidentifikasi berbagai penyakit /gangguan pada sistem pencernaan.
2.      Siswa mampu menjelaskan cara pencegahan agar tidak terjadi penyakit / gangguan sistem pencernaan.
3.      Siswa mampu mengemukakan pendapat tentang cara pengobatan baik secara tradisional maupun modern pada penyakit / gangguan sistem pencernaan.
4.      Siswa mampu membuat poster tentang penyakit /gangguan pada sistem pencernaan.
5.      Siswa mampu mengaitkan hubungan antara sains, lingkungan dan teknologi yang berhubungan dengan penyakit /gangguan bioproses pada sistem pencernaan.
6.      Siswa mampu berperilaku jujur, disiplin dan tanggungjawab dalam melakukan kegiatan pembelajaran di dalam maupun di luar kelas.

D.    Materi Pembelajaran
1)      Materi Fakta
Berbagai macam penyakit Berbagai pada sistem pencernaan manusia dan cara pencegahannya.

2)      Materi Konsep
Saluran pencernaan adalah sekumpulan alat-alat tubuh yang berfungsi menerima makanan, mencernanya menjadi nutrien, menyerap serta mengeluarkan sisa-sisa proses tersebut. Saluran pencernaan dimulai dari mulut sampai dubur yang panjangnya mencapai kurang lebih 10 meter. Saluran pencernaan mulai dari mulut, gigi, lidah, lambung, usus dampai ke dubur.
penyakit-pada-sistem-pencernaan
Penyakit pencernaan adalah semua penyakit yang terjadi pada saluran pencernaan. Penyakit ini merupakan golongan besar dari penyakit pada organ esofagus, lambung, duodenum bagian pertama, kedua dan ketiga, jejunum, ileum, kolon, kolon sigmoid, dan rektum.

a)      Mencret (Diare)
Diare terjadi karena adanya rangsangan yang berlebihan pada mukosa usus sehingga gerakan otot usus meningkat dan makanan kurang terserap secara sempurna. Diare termasuk gangguan perncernaan yang paling sering muncul terutama pada anak-anak.
Diare akut kalau anak mencret lebih dari 4 kali sehari. Penyebabnya bisa infeksi, bisa juga hanya karena salah makan, sebagai contoh makanan yang tidak sesuai dengan usia anak, misalnya sudah diberikan makan padat sebelum waktunya.
Faktor kebersihan juga menjadi sebab diare. Diare yang disebabkan bakteri atau salah makan adalah penyebab utama gangguan pencernaan pada anak di bawah 5 tahun (Balita). Selain itu, ada juga diare akibat cacingan.
Pengobatan mencret
Pengobatan diare yang paling dianjurkan adalah memberikan oralit. Tidak ada anak yang meninggal karena diare, yang ada meninggal karena dehidrasi. Jadi, yang perlu diwaspadai bukan diarenya, melainkan dehidrasinya. Selama cairan tubuhnya cukup, tak perlu khawatir. Salah satu indikator dehidrasi adalah buang air kecilnya. Selama kencingnya cukup, berarti tidak ada dehidrasi. Berikan oralit, karena sudah disesuaikan dengan cairan yang dikeluarkan melalui BAB.
Oralit mengandung glukose, natrium, kalium, dan bikarbonat untuk menggantikan cairan yang hilang lewat BAB. Sementara pada air putih, natrium dan kaliumnya turun. Anak malah bisa kejang, kembung, dan lemas kalau hanya tergantikan airnya saja. Yang juga harus diperhatikan, jangan menyamakan komposisi oralit untuk anak dan dewasa. "Pada anak, natriumnya lebih rendah. Jadi, kalau mencretnya 2 sendok, jangan memberikan oralit segelas, mencret setengah gelas, jangan memberikan oralit tiga gelas. Jadinya malah hipernatrium, bisa-bisa anak mengalami koma. Kebutuhan cairan disesuaikan dengan oralit.

b)     Sembelit (Konstipasi)
Konstipasi adalah kelainan pada sistem pencernaan dengan gejala mengalami pengerasan feses yang sulit untuk dibuang yang dapat menyebabkan kesakitan pada penderitanya. Konstipasi dapat disebabkan oleh pola makan, hormon, akibat samping obat-obatan, dan juga karena kelainan anatomis. Biasanya, konstipasi disebabkan karena defekasi yang tidak teratur sehingga feses mengeras dan sulit dikeluarkan.
Pengobatan konstipasi dapat dilakukan dengan mengubah pola makan, obat pencahar (laksatif), terapi serat, dan pembedahan, walaupun pilihan terakhir jarang dilakukan. Konstipasi hebat disebut juga dengan obstipasi. Gangguan pada sistem pencernaan juga bisa disebabkan karena stres. Sebab stres dapat mempengaruhi sistem saraf dalam tubuh. Sementara penanganan untuk yang susah BAB, harus dilihat dulu apa penyebabnya.

c)      Wasir atau hemoroid
Wasir atau hemoroid adalah pelebaran pembuluh darah balik (vena) di dalam anyaman pembuluh darah. Keluhan pertama kali yaitu darah segar menetes setelah buang air besar (BAB). Biasanya tanpa disertai rasa nyeri dan gatal di anus. Pencegahannya adalah perlu diet tinggi serat dengan makan sayur sayuran dan buah-buahan yang bertujuan membuat volume tinjanya besar, tetapi lembek, sehingga saat BAB, karena tidak perlu mengejan dapat merangsang wasir.

d)     Kanker usus
Kanker usus merupakan penyakit ketiga yang menjadi penyebab kematian di seluruh dunia. Penelitian sebelumnya dengan menggunakan binatang sebagai percobaan, kandungan kalsium yang banyak terdapat pada susu mampu melindungi usus dari serangan kanker.
Studi pada manusia juga menunjukan keseluruhan jumlah kalsium yang dikonsumsi sangat positif dakam mengurangi  tingkat dari resiko kanker susu ini. Setiap kenaikan 1.000 miligram kalsium sehari atau lebih akan mempu mengurangi 15% resiko dari kanker usus pada wanita dan 10% pada pria. Konsumsi susu dan kalsium bisa mengurangi resiko terkena kanker usus. Keju dan yoghurt juga merupakan hasil olahan dari susu.
Pencegahan kanker usus
Cara terbaik untuk mencegah dan mengurangi risiko kanker usus adalah dengan mengkonsumsi makanan yang seimbang antara buah, sayuran, dan kalori. untuk mengurai proses penimbunan lemak.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOsK3n_8GNDpju7MfM29LzGtVWBgkGtaYvd79rfcMtizrjAbh4w_iy2-WTrRnau2TXbab4w6DjaIacxvDaX6nVmRSq56J_62DzZwSSSv2MZjuBPj187YA2x32tCxj06LCB0uTmdi4mbQZ-/s640/gangguan+sistem+pencernaan.png

Menjaga Kesehatan Saluran Pencernaan
Saluran pencernaan mesti dirawat sebaik-baiknya, karena jika terjadi kerusakan akan sangat berat dan sulit untuk memperbaikinya.
Di bawah ini ada beberapa tindakan menjaga dan merawat saluran pencernaan dan cara mencegah penyakit saluran pencernaan:
1.      Mencuci tangan secara cermat dengan sabun dan air sebelum menyentuh makanan.
2.      Makanan sebaiknya yang higienis.
3.      Makan secara teratur dan memenuhi kebutuhan gizi yang cukup dan seimbang.
4.      Makan dalam suasana yang santai tidak tergesa-gesa. Tidaklah dianjurkan makan dalam keadaan tegang atau gugup.
5.      Jangan asal menelan, ambil cukup waktu mengunyah sehingga tercampur dengan saliva baru kemudian menelan. Istirahat beberapa menit setelah makan untuk memberi kesempatan pencernaan melaksanakan tugasnya.
6.      Makanan cukup sederhana namun mengandung segala keperluan tubuh, termasuk sayuran dan buah segar.
7.      Hindari kegiatan mental atau berpikir yang berat setelah makan. Soalnya darah sebagian besar dialirkan ke perut untuk mencerna makanan sehingga waktu berpikir menjadi tidak efisien.
8.      Agar lancar buang air besar dianjurkan mengkonsumsi makanan berserat setiap harinya dan hindari makanan yang menyebabkan sembelit seperti keju, roti putih, dan makanan yang rendah residunya. Makan makanan yang cukup mengandung sayuran karena sayuran banyak mengandung serat kasar.
9.      Jangan menahan-nahan bila mau BAB. Biasakan diri buang air besar pada waktu-waktu yang tertentu. Orang yang sering-sering menderita sembelit sering tidak merasa sehat badannya, pusing-pusing. Hal ini desebabkan karena ada zat-zat yang sebenarnya harus sudah dikeluarkan, diserap kembali oleh usus. Ada yang beranggapan, bahwa sembelit lama-lama dapat mengakibatkan tumor usus, apendisitis, luka-luka pada usus dan sebagainya. Hal ini belum atau tak dapat dinyatakan kebenarannya. Yang terang terdapat ialah penyerapan kembali dari zat-zat yang harusnya sudah hilang. Bila hal ini berlangsung terus menerus, tentu tubuh akan menderita.

E.     Pendekatan dan Model Pembelajaran
1.      Pendekatan Pembelajaran: Saintifik
2.      Model Pembelajaran        : Diskusi


F.     Media/ Alat/ Sumber Pembelajaran
1.      Media
a. LKS
b.      Power Point
2.      Alat
a.       Laptop
b.      LCD
c.       Buku Tulis
d.      Pensil/Pena
e.       Alat peraga tentang sistem pencernaan
3.      Sumber Belajar
a.       Syamsuri, Istamar. 2009. Biologi untuk SMA Kelas X1 Semester 2. Jakarta: Erlangga.
b.      Kristiani, Ninik. 2010. Biologi Grade X1. Jakarta: PT Intermitra Group.
c.       Bacaan teks tentang penyakit/gangguan bioproses sitem pencernaan.
d.      Video penyakit pada system pencernaan.

G.    Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Waktu
Kegiatan Guru
Kegiatan Siswa

Pendahuluan
·         Guru memberi salam, menanyakan kabar dan mengajak siswa berdoa.

·         Guru mengkomunikasikan tujuan pembelajaran

·         Siswa dengan santun menjawab salam guru dan melakukan doa sebelum melakukan pembelajaran.
·         Siswa memperhatikan dan mencatat tujuan pembelajaran

10
Menit

Inti

Mengamati
·         Guru menampilkan sebuah gambar beberapa kelainan pada pencernaan kemudian guru meminta  siswa untuk mengamati gambar berbagai penyakit/ gangguan sistem pencernaan.

Menanya
·         Guru selanjutnya bertanya :
ü  kelaianan apa saja yang ada pada gambar tersebut?
ü  Mengapa bisa terjadi penyakit/gangguan tersebut?

Mengumpulkan data
(Eksperimen/Eksplorasi)
·         Guru mengorganisasikan siswa dalam beberapa kelompok yang beranggotakan 5 atau 6 orang.
·         Guru meminta tiap-tiap kelompok memilih salah satu topik penyakit/gangguan pada sistem pencernaan (Topik 1 penyakit karies gigi, Topik 2 tukak lambung, Topik 3 diare, Topik 4 konstipasi dan Topik 5 kanker lambung), kemudian tiap-tiap kelompok diminta untuk menjelaskan  penyebab kelainan pada pencernaan tersebut serta bagaimana cara pengobataannya.

Mengasosiasikan
·         Guru meminta siswa untuk mengaitkan beberapa permasalahan dengan pencernaan dengan konsep  yang sudah dipelajari.



Mengkomunikasikan
·         Guru meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka.







·         Guru memberikan hadiah kepada kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya dengan baik.
·         Guru meminta pada siswa untuk menyerahkan laporan hasil diskusi setiap kelompok.


·         Siswa mengamati dengan seksama gambar yang ditampilkan oleh guru






·         Siswa menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh guru dengan berbagai jawaban yang berbeda-beda





·         Siswa dengan disiplin membentuk kelompok sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan.
·         Siswa melakukan diskusi kelompok dengan saling menghargai pendapat dari setiap anggota kelompok.











·         Siswa dengan rasa tanggung jawab mengaitkan beberapa permasalahan dengan pencernaan dengan konsep yang sudah dipelajari


·         Siswa mempresentasikan dengan percaya diri mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka dan kelompok yang lain memperhatikan serta dapat bertanya atau menyanggah pendapat dari kelompok yang presentasi.
·         Siswa yang mempresentasikan dengan baik mendaptkan hadiah dari guru.
·         Siswa menyerahkan laporan hasil diskusi kelompok kepada guru.
70
menit

Penutup
·         Guru memberikan penguatan dan membetulkan beberapa konsep yang salah.
·         Guru memandu siswa membuat kesimpulan tentang materi yang baru saja dibahas.
·         Guru meminta masing-masing kelompok untuk melakukan wawancara dirumah  dengan penjual jamu tradisional untuk mengetahui berbagai bahan alam yang berpotensi sebagai obat herbal untuk mengatasi berbagai gangguan pada pencernaan.

·         Siswa diminta membuat bagan skema keterkaitan antara sains , lingkungan, teknologi dan masyarakat yang berhubungan dengan sistem pencernaan pada manusia serta gangguan yang terjadi pada sistem pencernaan
·         Siswa mendengarkan penjelasan guru.

·         Siswa bersama-sama menyimpulkan materi yang telah dipelajari
·         Siswa mewawancara penjual jamu tradisional untuk  mengetahui berbagai bahan alam yang berpotensi sebagai obat herbal untuk mengatasi berbagai gangguan pada pencernaan


·         Siswa bekerja sama dengan kelompoknya untuk mengerjakan tugas rumah yang diberikan guru.

10
Menit



H.          Instrumen Penilaian
ü  Jenis / Teknik Penilaian
·         Pengetahuan
NO
NAMA
TES TULIS
TES TERTULIS
PENUGASAN
PREDIKAT
1.





2.













Mengetahui;                                                                             Pekanbaru, 10 Oktober 2015
Kepala Sekolah                                                                         Guru Mata Pelajaran


Drs. Hamsah, M.pd                                                                     Yuni Marheni, S.pd

Tidak ada komentar:

Posting Komentar