RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Satuan
Pendidikan : SMA
Mata Pelajaran : BIOLOGI
Kelas / Peminatan : XI / UMUM
Semester : II
Alokasi
Waktu : 2
x 45
Menit
Materi Pokok :
Penyakit/gangguan bioproses sistem pencernaan.
Tahun Pelajaran : 2014 / 2015
A. Kompetensi
Inti
|
KI
I
|
:
|
Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
|
|
KI2
|
:
|
Menghargai dan menghayati perilaku jujur,
disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya
diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
|
|
KI3
|
:
|
Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual,
konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak
mata.
|
|
KI4
|
:
|
Mengolah, menyaji, dan menalar dalam ranah konkret
(menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah
abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori.
|
B.
Kompetensi
Dasar
dan
Indikator
PencapaianKompetensi
|
No.
|
Kompetensi
Dasar
|
Indikator
Pencapaian Kompetensi
|
|
1
|
1.1. Menyajikan hasil analisis tentang penyakit/gangguan bioproses sistem
pencernaan manusia melalui berbagai bentuk media presentasi.
|
1.1.1. Mengidentifikasi berbagai penyakit /gangguan pada sistem pencernaan.
1.1.2. Menjelaskan
cara pencegahan agar tidak terjadi penyakit /
gangguan sistem pencernaan.
1.1.3. Mengemukakan pendapat tentang cara pengobatan baik secara tradisional maupun modern pada
penyakit / gangguan sistem pencernaan.
1.1.4. Membuat
poster tentang penyakit /gangguan pada sistem pencernaan.
1.1.5 Mengaitkan hubungan antara
sains, lingkungan dan teknologi yang berhubungan dengan penyakit /gangguan bioproses pada sistem
pencernaan.
|
C.
Tujuan
Pembelajaran:
|
1.
Siswa mampu mengidentifikasi berbagai penyakit /gangguan pada sistem pencernaan.
2.
Siswa mampu menjelaskan cara pencegahan agar
tidak terjadi penyakit / gangguan sistem pencernaan.
3.
Siswa mampu mengemukakan
pendapat tentang cara pengobatan baik secara tradisional maupun modern pada
penyakit / gangguan sistem pencernaan.
4.
Siswa mampu membuat poster tentang penyakit
/gangguan pada sistem pencernaan.
5.
Siswa mampu mengaitkan
hubungan antara
sains, lingkungan dan teknologi yang berhubungan dengan penyakit /gangguan
bioproses pada sistem pencernaan.
6.
Siswa mampu berperilaku jujur, disiplin dan tanggungjawab dalam melakukan
kegiatan pembelajaran di dalam maupun di luar kelas.
|
D. Materi
Pembelajaran
1) Materi Fakta
Berbagai macam penyakit Berbagai pada
sistem pencernaan manusia dan cara pencegahannya.
2)
Materi Konsep
Saluran pencernaan adalah sekumpulan
alat-alat tubuh yang berfungsi menerima makanan, mencernanya menjadi nutrien,
menyerap serta mengeluarkan sisa-sisa proses tersebut. Saluran pencernaan
dimulai dari mulut sampai dubur yang panjangnya mencapai kurang lebih 10 meter.
Saluran pencernaan mulai dari mulut, gigi, lidah, lambung, usus dampai ke
dubur.

Penyakit pencernaan adalah semua
penyakit yang terjadi pada saluran pencernaan. Penyakit ini merupakan golongan
besar dari penyakit pada organ esofagus, lambung, duodenum bagian pertama,
kedua dan ketiga, jejunum, ileum, kolon, kolon sigmoid, dan rektum.
a)
Mencret (Diare)
Diare terjadi karena adanya
rangsangan yang berlebihan pada mukosa usus sehingga gerakan otot usus
meningkat dan makanan kurang terserap secara sempurna. Diare termasuk gangguan
perncernaan yang paling sering muncul terutama pada anak-anak.
Diare akut kalau anak mencret lebih
dari 4 kali sehari. Penyebabnya bisa infeksi, bisa juga hanya karena salah
makan, sebagai contoh makanan yang tidak sesuai dengan usia anak, misalnya
sudah diberikan makan padat sebelum waktunya.
Faktor kebersihan juga menjadi sebab
diare. Diare yang disebabkan bakteri atau salah makan adalah penyebab utama
gangguan pencernaan pada anak di bawah 5 tahun (Balita). Selain itu, ada juga
diare akibat cacingan.
Pengobatan mencret
Pengobatan diare yang paling dianjurkan
adalah memberikan oralit. Tidak ada anak yang meninggal karena diare, yang ada
meninggal karena dehidrasi. Jadi, yang perlu diwaspadai bukan diarenya,
melainkan dehidrasinya. Selama cairan tubuhnya cukup, tak perlu khawatir. Salah
satu indikator dehidrasi adalah buang air kecilnya. Selama kencingnya cukup,
berarti tidak ada dehidrasi. Berikan oralit, karena sudah disesuaikan dengan
cairan yang dikeluarkan melalui BAB.
Oralit mengandung glukose, natrium,
kalium, dan bikarbonat untuk menggantikan cairan yang hilang lewat BAB.
Sementara pada air putih, natrium dan kaliumnya turun. Anak malah bisa kejang,
kembung, dan lemas kalau hanya tergantikan airnya saja. Yang juga harus
diperhatikan, jangan menyamakan komposisi oralit untuk anak dan dewasa.
"Pada anak, natriumnya lebih rendah. Jadi, kalau mencretnya 2 sendok,
jangan memberikan oralit segelas, mencret setengah gelas, jangan memberikan
oralit tiga gelas. Jadinya malah hipernatrium, bisa-bisa anak mengalami koma.
Kebutuhan cairan disesuaikan dengan oralit.
b) Sembelit (Konstipasi)
Konstipasi adalah kelainan pada
sistem pencernaan dengan gejala mengalami pengerasan feses yang sulit untuk
dibuang yang dapat menyebabkan kesakitan pada penderitanya. Konstipasi dapat
disebabkan oleh pola makan, hormon, akibat samping obat-obatan, dan juga karena
kelainan anatomis. Biasanya, konstipasi disebabkan karena defekasi yang tidak
teratur sehingga feses mengeras dan sulit dikeluarkan.
Pengobatan konstipasi dapat dilakukan
dengan mengubah pola makan, obat pencahar (laksatif), terapi serat, dan
pembedahan, walaupun pilihan terakhir jarang dilakukan. Konstipasi hebat
disebut juga dengan obstipasi. Gangguan pada sistem pencernaan juga bisa
disebabkan karena stres. Sebab stres dapat mempengaruhi sistem saraf dalam tubuh.
Sementara penanganan untuk yang susah BAB, harus dilihat dulu apa penyebabnya.
c) Wasir atau hemoroid
Wasir atau hemoroid adalah pelebaran
pembuluh darah balik (vena) di dalam anyaman pembuluh darah. Keluhan pertama
kali yaitu darah segar menetes setelah buang air besar (BAB). Biasanya tanpa
disertai rasa nyeri dan gatal di anus. Pencegahannya adalah perlu diet tinggi
serat dengan makan sayur sayuran dan buah-buahan yang bertujuan membuat volume
tinjanya besar, tetapi lembek, sehingga saat BAB, karena tidak perlu mengejan
dapat merangsang wasir.
d)
Kanker usus
Kanker usus merupakan penyakit ketiga
yang menjadi penyebab kematian di seluruh dunia. Penelitian sebelumnya dengan
menggunakan binatang sebagai percobaan, kandungan kalsium yang banyak terdapat
pada susu mampu melindungi usus dari serangan kanker.
Studi pada manusia juga menunjukan
keseluruhan jumlah kalsium yang dikonsumsi sangat positif dakam
mengurangi tingkat dari resiko kanker susu ini. Setiap kenaikan 1.000
miligram kalsium sehari atau lebih akan mempu mengurangi 15% resiko dari kanker
usus pada wanita dan 10% pada pria. Konsumsi susu dan kalsium bisa mengurangi
resiko terkena kanker usus. Keju dan yoghurt juga merupakan hasil olahan dari
susu.
Pencegahan kanker usus
Cara terbaik untuk mencegah dan
mengurangi risiko kanker usus adalah dengan mengkonsumsi makanan yang seimbang
antara buah, sayuran, dan kalori. untuk mengurai proses penimbunan lemak.
Menjaga Kesehatan Saluran Pencernaan
Saluran pencernaan mesti dirawat
sebaik-baiknya, karena jika terjadi kerusakan akan sangat berat dan sulit untuk
memperbaikinya.
Di bawah ini ada beberapa tindakan
menjaga dan merawat saluran pencernaan dan cara mencegah penyakit saluran
pencernaan:
1.
Mencuci
tangan secara cermat dengan sabun dan air sebelum menyentuh makanan.
2.
Makanan
sebaiknya yang higienis.
3.
Makan
secara teratur dan memenuhi kebutuhan gizi yang cukup dan seimbang.
4.
Makan
dalam suasana yang santai tidak tergesa-gesa. Tidaklah dianjurkan makan dalam
keadaan tegang atau gugup.
5.
Jangan
asal menelan, ambil cukup waktu mengunyah sehingga tercampur dengan saliva baru
kemudian menelan. Istirahat beberapa menit setelah makan untuk memberi
kesempatan pencernaan melaksanakan tugasnya.
6.
Makanan
cukup sederhana namun mengandung segala keperluan tubuh, termasuk sayuran dan
buah segar.
7.
Hindari
kegiatan mental atau berpikir yang berat setelah makan. Soalnya darah sebagian
besar dialirkan ke perut untuk mencerna makanan sehingga waktu berpikir menjadi
tidak efisien.
8.
Agar
lancar buang air besar dianjurkan mengkonsumsi makanan berserat setiap harinya
dan hindari makanan yang menyebabkan sembelit seperti keju, roti putih, dan
makanan yang rendah residunya. Makan makanan yang cukup mengandung sayuran
karena sayuran banyak mengandung serat kasar.
9.
Jangan
menahan-nahan bila mau BAB. Biasakan diri buang air besar pada waktu-waktu yang
tertentu. Orang yang sering-sering menderita sembelit sering tidak merasa sehat
badannya, pusing-pusing. Hal ini desebabkan karena ada zat-zat yang sebenarnya
harus sudah dikeluarkan, diserap kembali oleh usus. Ada yang beranggapan, bahwa
sembelit lama-lama dapat mengakibatkan tumor usus, apendisitis, luka-luka pada
usus dan sebagainya. Hal ini belum atau tak dapat dinyatakan kebenarannya. Yang
terang terdapat ialah penyerapan kembali dari zat-zat yang harusnya sudah
hilang. Bila hal ini berlangsung terus menerus, tentu tubuh akan menderita.
E. Pendekatan
dan Model Pembelajaran
1.
Pendekatan
Pembelajaran: Saintifik
2.
Model
Pembelajaran : Diskusi
F. Media/
Alat/ Sumber Pembelajaran
1. Media
a. LKS
b. Power Point
2. Alat
a. Laptop
b. LCD
c. Buku
Tulis
d. Pensil/Pena
e. Alat peraga tentang sistem pencernaan
3. Sumber
Belajar
a. Syamsuri,
Istamar. 2009. Biologi untuk SMA Kelas X1
Semester 2. Jakarta: Erlangga.
b. Kristiani,
Ninik. 2010. Biologi Grade X1. Jakarta: PT
Intermitra Group.
c.
Bacaan teks tentang penyakit/gangguan bioproses sitem
pencernaan.
d.
Video penyakit pada system pencernaan.
G. Langkah-Langkah
Kegiatan Pembelajaran
|
Kegiatan
|
Deskripsi Kegiatan
|
Waktu
|
|
|
Kegiatan Guru
|
Kegiatan Siswa
|
||
|
Pendahuluan
|
·
Guru memberi salam, menanyakan kabar dan mengajak siswa berdoa.
·
Guru mengkomunikasikan tujuan
pembelajaran
|
·
Siswa dengan santun menjawab
salam guru dan melakukan doa sebelum melakukan pembelajaran.
·
Siswa memperhatikan dan mencatat tujuan pembelajaran
|
10
Menit
|
|
Inti
|
Mengamati
·
Guru menampilkan sebuah gambar beberapa kelainan pada
pencernaan kemudian guru meminta siswa
untuk mengamati gambar berbagai penyakit/ gangguan sistem pencernaan.
Menanya
·
Guru selanjutnya bertanya :
ΓΌ kelaianan apa saja yang ada pada
gambar tersebut?
ΓΌ Mengapa bisa terjadi
penyakit/gangguan tersebut?
Mengumpulkan data
(Eksperimen/Eksplorasi)
·
Guru mengorganisasikan siswa dalam
beberapa kelompok yang beranggotakan 5 atau 6 orang.
·
Guru meminta tiap-tiap kelompok
memilih salah satu topik penyakit/gangguan pada sistem pencernaan (Topik 1
penyakit karies gigi, Topik 2 tukak lambung, Topik 3 diare, Topik 4
konstipasi dan Topik 5 kanker lambung), kemudian tiap-tiap kelompok diminta
untuk menjelaskan penyebab kelainan
pada pencernaan tersebut serta bagaimana cara pengobataannya.
Mengasosiasikan
·
Guru meminta siswa untuk
mengaitkan beberapa permasalahan dengan pencernaan dengan konsep yang sudah dipelajari.
Mengkomunikasikan
·
Guru meminta setiap kelompok untuk
mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka.
·
Guru memberikan hadiah kepada
kelompok yang telah mempresentasikan hasil diskusinya dengan baik.
·
Guru meminta pada siswa untuk
menyerahkan laporan hasil diskusi setiap kelompok.
|
·
Siswa mengamati dengan seksama
gambar yang ditampilkan oleh guru
·
Siswa menjawab pertanyaan yang
disampaikan oleh guru dengan berbagai jawaban yang berbeda-beda
·
Siswa dengan disiplin membentuk
kelompok sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan.
·
Siswa melakukan diskusi kelompok
dengan saling menghargai pendapat dari setiap anggota kelompok.
·
Siswa dengan rasa tanggung jawab
mengaitkan beberapa permasalahan dengan pencernaan dengan konsep yang
sudah dipelajari
·
Siswa mempresentasikan dengan percaya
diri mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka dan kelompok yang lain
memperhatikan serta dapat bertanya atau menyanggah pendapat dari kelompok
yang presentasi.
·
Siswa yang mempresentasikan
dengan baik mendaptkan hadiah dari guru.
·
Siswa menyerahkan laporan hasil
diskusi kelompok kepada guru.
|
70
menit
|
|
Penutup
|
·
Guru memberikan penguatan dan
membetulkan beberapa konsep yang salah.
·
Guru memandu siswa membuat
kesimpulan tentang materi yang baru saja dibahas.
·
Guru meminta masing-masing
kelompok untuk melakukan wawancara dirumah
dengan penjual jamu tradisional untuk mengetahui berbagai bahan alam
yang berpotensi sebagai obat herbal untuk mengatasi berbagai gangguan pada
pencernaan.
·
Siswa
diminta membuat bagan skema
keterkaitan antara sains , lingkungan, teknologi dan masyarakat yang
berhubungan dengan sistem pencernaan pada manusia serta gangguan yang terjadi
pada sistem pencernaan
|
·
Siswa mendengarkan penjelasan
guru.
·
Siswa bersama-sama menyimpulkan
materi yang telah dipelajari
·
Siswa mewawancara penjual jamu tradisional untuk mengetahui berbagai bahan alam yang berpotensi sebagai
obat herbal untuk mengatasi berbagai gangguan pada pencernaan
·
Siswa bekerja sama dengan
kelompoknya untuk mengerjakan tugas rumah yang diberikan guru.
|
10
Menit
|
H.
Instrumen Penilaian
ΓΌ Jenis / Teknik Penilaian
·
Pengetahuan
|
NO
|
NAMA
|
TES TULIS
|
TES TERTULIS
|
PENUGASAN
|
PREDIKAT
|
|
1.
|
|
|
|
|
|
|
2.
|
|
|
|
|
|
|
…
|
|
|
|
|
|
Mengetahui;
Pekanbaru, 10
Oktober 2015
Kepala Sekolah
Guru Mata Pelajaran
Drs. Hamsah, M.pd Yuni
Marheni, S.pd
